Mengenal Kota Bitung di Sulawesi Utara

Bitung adalah salah satu kota di Sulawesi Utara, Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Kota Bitung terdiri dari lahan yang terletak di kaki gunung Duasudara, dan sebuah pulau bernama Lembeh.

Bitung adalah kota industri, khususnya industri perikanan.
Menurut cerita sejarah, nama Bitung diambil dari nama pohon yang tumbuh di wilayah utara pulau Sulawesi. Warga yang pertama kali memberi nama itu adalah Dotu Hermanus Sompotan, dalam bahasa tradisional yang disebut Tundu’an atau pemimpin.

Dari Sekitar tahun 1940-an, pengusaha perikanan di Laut Sulawesi tertarik dengan keberadaan Bitung daripada Kema (sekarang Kabupaten Minahasa Utara) yang dulunya merupakan pelabuhan perdagangan, karena mereka yakin Bitung lebih strategis dan bisa dijadikan pelabuhan pengganti. Kema. Akhirnya, Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 4/1975 tanggal 10 April 1975 Kota Bitung diresmikan sebagai kabupaten administratif pertama di Indonesia.

Penduduk Bitung adalah penduduk Sangir, yang merupakan salah satu sub suku dari Manadon atau Minahasa. Jadi budaya yang ada di Bitung tidak lepas dari budaya yang ada di wilayah Nusa Utara. Ada juga suku minoritas yang tinggal di Bitung seperti orang Jawa dan Gorontalo, jumlah orang Tionghoa cukup besar di Bitung. Sebagian besar etnik tersebut bekerja sebagai pedagang.

Sebagian besar penduduk di Bitung menahan agama Kristen Protestan sebagai agama mereka, sementara di sebagian besar orang Jawa dan Gorontalo memegang Islam sebagai agama mereka. Konghucu dan Buddha dipegang oleh etnis Tionghoa.

Dalam berbicara sehari-hari, orang Bitung menggunakan bahasa Manado atau bahasa Sangir. Sementara Bahasa Indonesia masih menjadi bahasa nasional untuk berkomunikasi.

Budaya di Kota Bitung sangat dipengaruhi oleh budaya Sangir dan Talaud, yang menghubungkan jumlah orang dari etnis Sangir. Contoh budaya Sangir dan Talaud di Bitung adalah Masamper. Masamper adalah gabungan antara nyanyian dan tarian yang berisi nasehat, tip, juga kata-kata pujian kepada Tuhan.

Kultur Sangir lainnya dapat ditemukan di Bitung yaitu Tulude / Menulude. Tulude berasal dari kata Suhude yang berarti ditolak. Acara tradisional menulude akan memuji Duata / Ruata (Tuhan), dan bersyukur atas perlindungan-Nya.

Sektor pertanian Bitung didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Namun dalam pertumbuhannya, sektor industri berkembang pesat dan mencapai nilai tertinggi. Pada tahun 2004 sektor transportasi dan komunikasi menyumbang perekonomian terbesar di Kota Bitung. Industri di Kota Bitung didominasi oleh industri perikanan, galangan kapal, dan industri minyak kelapa.

Selain itu ada juga industri transportasi laut, makanan, baja, industri menengah dan kecil. Tujuan wisata di Bitung tersebar di seluruh kecamatan, seperti di kecamatan Ranowulu terdapat Fort Resort, Hutan Alam, Gunung Dua Saudara, Taman Nasional Tangkoko, Pantai Batu Putih dan Gunung Tangkoko. Di Kecamatan Matuari ada Monumen Jepang, Pantai Tanjung Merah, Millenium dan Sea View Resort. Sedangkan di kecamatan Mandidir ada Kuil Seng Bo Kiong dan tempat bersejarah ketika perang dunia II terjadi.